Mendagri Klarifikasi Pernyataan Soal Bantuan Malaysia untuk Korban Banjir Sumatera

JAKARTA, MAHERANEWS.COM – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan penjelasan resmi terkait pernyataannya yang memicu kontroversi mengenai bantuan kemanusiaan dari Malaysia. Klarifikasi ini disampaikan langsung kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma pada Jumat sore, 19 Desember 2025.
Pernyataan kontroversial muncul saat Tito menjadi narasumber dalam podcast “Suara Lokal Mengglobal” bersama Helmy Yahya pada Kamis, 11 Desember 2025. Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyebut nilai bantuan medis dari Malaysia yang kurang dari Rp 1 miliar tidak sebanding dengan upaya penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah Indonesia.
Ucapan ini segera mendapat respons dari masyarakat Malaysia dan memicu perdebatan di media sosial. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut kurang menghargai bantuan kemanusiaan yang diberikan negara tetangga.
Dalam klarifikasinya, Tito dengan tegas menyatakan tidak ada niat mengecilkan kontribusi Malaysia. “Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan dukungan bantuan dari saudara-saudara kita yang dari Malaysia. Sama sekali tidak bermaksud itu,” tegasnya di hadapan awak media.
Mantan Kapolri ini menambahkan bahwa dirinya sangat menghormati masyarakat Malaysia, termasuk komunitas diaspora Aceh yang tinggal di negara jiran. Ia memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada korban banjir di wilayah Sumatera.
“Saya menghormati saudara-saudara kita di Malaysia, termasuk juga saudara-saudara kita yang diaspora Aceh. Tentu memiliki kewajiban moral untuk membantu. Saya memberikan apresiasi yang tinggi,” ujar Tito.
Tito menjelaskan bahwa fokus kritiknya sebenarnya tertuju pada pemberitaan media yang menurutnya kurang berimbang. Ia berharap media juga memberikan perhatian yang sama terhadap upaya keras pemerintah Indonesia dalam menangani bencana di tiga provinsi Sumatera.
“Saya lebih maksudkan kepada pemberitaan-pemberitaan itu, tolonglah yang di dalam negeri yang sudah banyak membantu dan sudah sangat bekerja sangat keras juga diberikan apresiasi,” jelasnya.
Mendagri menekankan bahwa sejak hari pertama bencana terjadi, pemerintah Indonesia telah bekerja maksimal dengan mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu korban banjir. Namun, upaya tersebut dinilai kurang mendapat sorotan dibandingkan bantuan dari luar negeri.
Tito juga menegaskan bahwa hubungan Indonesia dengan Malaysia tetap baik. Kedua negara memiliki sejarah panjang saling membantu dalam berbagai situasi. “Pemerintah Malaysia yang hubungannya sangat baik selama ini, saling bantu,” katanya.
Ia memastikan tidak ada maksud negatif dalam pernyataannya, baik kepada pemerintah Malaysia, masyarakat Malaysia, maupun diaspora Aceh yang berada di negara tersebut. “Tidak ada yang maksud negatif sedikitpun dari saya kepada pemerintah Malaysia ataupun kepada warga Malaysia apalagi kepada diaspora Aceh di Malaysia,” tegasnya dengan nada yang meyakinkan.
Bencana banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—telah menyebabkan kerugian besar dan memakan banyak korban jiwa. Pemerintah Indonesia telah menggelar operasi tanggap darurat dengan melibatkan berbagai instansi, mulai dari BNPB, TNI, Polri, hingga relawan lokal.
Klarifikasi Mendagri ini diharapkan dapat mengakhiri polemik dan menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus memastikan fokus tetap pada pemulihan kondisi korban bencana di wilayah Sumatera.












