Kompensasi Warga Mandek Sejak 2013, PT Alam Raya Abadi Kembali Didemo

WASILE, MAHERANEWS.COM — Janji yang tak kunjung ditepati kembali memicu amarah warga. PT Alam Raya Abadi kembali didemo Aliansi Masyarakat Wasile. Intinya satu: kompensasi masyarakat yang mandek sejak 2013 lebih dari satu dekade tanpa kepastian.
Ketua Karang Taruna Desa Subaim, Arman Ebit, menyebut aksi ini sebagai peringatan keras setelah serangkaian upaya non-aksi tak menghasilkan apa pun.
“Kami sudah terlalu lama menunggu. Kompensasi ini hak warga, bukan kemurahan hati perusahaan,” kata Arman.
Di lapangan, massa menilai perusahaan berulang kali menghindar dari kewajiban. Padahal, menurut warga, kesepakatan telah dibuat dan diketahui para pihak. Namun realisasi tak pernah tiba. Polanya serupa: janji, penundaan, lalu senyap.
Pernyataan senada disampaikan Sofyan, pengacara Aliansi Masyarakat Subaim. Ia menegaskan perkara ini bukan sengketa baru.
“Ini bukan persoalan baru. Kesepakatan sudah ada, tapi perusahaan terus menghindar dari tanggung jawab,” ujar Sofyan, Rabu (14/1/2026).
Aliansi menuding ketiadaan transparansi sebagai akar masalah. Nilai kompensasi, skema pembayaran, hingga tenggat waktu tak pernah dibuka ke publik. Warga mempertanyakan: jika kesepakatan ada, mengapa tak dijalankan? Jika tidak, mengapa perusahaan tak menjelaskan secara resmi?
Aksi ini juga mengirim sinyal ke pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tidak menutup mata. Warga meminta pengawasan serius atas kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban sosialnya. Tanpa intervensi regulator, kata mereka, konflik berpotensi berulang.
Hingga berita ini diturunkan, PT Alam Raya Abadi belum memberikan keterangan resmi. Aliansi Masyarakat Wasile menyatakan siap menempuh jalur hukum bila perusahaan terus abai—sebuah eskalasi yang mereka nilai tak terelakkan jika kebuntuan dibiarkan.












