Akibat Ketidakpastian RKAB, Ribuan Pekerja Weda Bay Project Terancam PHK Massal, SPSI: Pemerintah Jangan Diam!

HALTENG, MAHERANEWS.COM – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali menghantui ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di kawasan Weda Bay Project. Ketidakpastian terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) disebut telah memicu keresahan besar di kalangan pekerja dan keluarganya.

Keluarga Besar PUK SP KEP SPSI di kawasan Weda Bay Project menilai situasi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan internal perusahaan semata. Menurut mereka, apabila benar terjadi PHK dalam jumlah besar, dampaknya akan meluas terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Halmahera Tengah.

Berdasarkan surat manajemen PT WBN Mining bertanggal 13 Juli 2026 mengenai “Penyesuaian Komposisi Tenaga Kerja Indonesia PT WBN Mining”, disebutkan bahwa penyesuaian tenaga kerja akibat dampak RKAB hanya berlaku bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kebijakan tersebut memicu penolakan keras dari PUK SP KEP SPSI. Serikat pekerja menilai apabila pengurangan tenaga kerja hanya menyasar pekerja Indonesia, maka kebijakan tersebut merupakan bentuk perlakuan yang tidak adil dan harus segera dievaluasi.

“Jika pengurangan tenaga kerja hanya difokuskan kepada TKI, maka hal itu merupakan bentuk ketidakadilan yang tidak dapat diterima. Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam melihat ribuan masyarakatnya terancam kehilangan pekerjaan,” tegas Koordinator Aksi, Kasim Abdullah.

Menurut PUK SP KEP SPSI, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk segera mengambil langkah konkret dengan memfasilitasi dialog antara perusahaan, pemerintah, dan perwakilan pekerja agar keputusan terkait tenaga kerja dilakukan secara adil, transparan, dan tidak menimbulkan gejolak sosial.

Serikat pekerja juga mengingatkan bahwa apabila ribuan pekerja benar-benar kehilangan pekerjaan dalam waktu bersamaan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para karyawan, tetapi juga akan menghantam roda perekonomian daerah. Daya beli masyarakat diperkirakan akan menurun, angka pengangguran berpotensi meningkat, hingga memicu persoalan sosial yang lebih luas.

Sebagai bentuk protes atas kondisi tersebut, PUK SP KEP SPSI menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dengan melibatkan ribuan pekerja di kawasan Weda Bay Project.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, dengan tujuan mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah agar segera mengambil langkah nyata dalam melindungi tenaga kerja Indonesia dari ancaman PHK massal yang disebut dipicu oleh ketidakpastian RKAB.

PUK SP KEP SPSI menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan untuk mempertahankan hak-hak pekerja sekaligus meminta pemerintah hadir memberikan kepastian dan perlindungan terhadap masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertambangan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT WBN Mining maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah terkait tuntutan serikat pekerja dan rencana aksi demonstrasi tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 maheranews.com. All rights reserved