Kemenko Polkam Perkuat Industri Alutsista Nasional

JAKARTA, MAHERANEWS.COM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus mendorong penguatan industri strategis nasional guna memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dan alat material khusus (almatsus) Polri. Langkah tersebut ditegaskan dalam rapat identifikasi permasalahan peningkatan kemampuan industri strategis nasional yang digelar di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Rapat koordinasi ini dipimpin Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo selaku Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan, serta dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
Dalam arahannya, Kresno menegaskan bahwa dinamika lingkungan strategis global dan regional saat ini semakin kompleks. Tantangan pertahanan dan keamanan negara tidak lagi terbatas pada ancaman militer konvensional, tetapi juga mencakup ancaman nonmiliter, hibrida, hingga gangguan keamanan dalam negeri.
“Kesiapan operasional alutsista TNI dan almatsus Polri harus modern, adaptif, dan andal. Ini mencakup aspek kuantitas, kualitas, hingga keberlanjutan penyediaannya,” tegas Kresno.
Menurutnya, penguatan industri strategis nasional menjadi keharusan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, memperkuat ketahanan rantai pasok, serta menjamin keberlanjutan pemeliharaan dan modernisasi alutsista di dalam negeri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fokus kebijakan pada 2026 tidak semata-mata pada pengadaan alutsista, tetapi juga pada penerapan skema “spend to invest”. Skema ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas industri strategis nasional sebagai unsur kekuatan lintas sektoral yang berperan penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Rapat koordinasi tersebut juga menjadi bentuk komitmen Kemenko Polkam dalam mengawal program prioritas pemerintah, khususnya di bidang industri strategis nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.
Kresno berharap melalui forum tersebut dapat teridentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi industri pertahanan nasional, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing industri dalam negeri.
“Melalui rapat ini, diharapkan lahir langkah konkret guna memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional agar mampu mendukung kebutuhan pertahanan dan keamanan secara berkelanjutan,” pungkasnya.












