Eddy Soeparno: PAN Secara De Facto Sudah Jadi Koalisi Permanen Prabowo–Gerindra

JAKARTA, MAHERANEWS.COM – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menanggapi usulan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia terkait pembentukan koalisi permanen untuk mendukung stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Eddy, tanpa deklarasi resmi pun PAN telah lama menjadi bagian dari barisan pendukung Prabowo.
“Kita PAN tidak perlu mungkin mengumumkan secara resmi, tetapi kalau dilihat dari kesejarahannya, rekam jejak kita, kita tiga kali bersama-sama Pak Prabowo dan Gerindra. Jadi kita secara de facto sudah merupakan koalisi permanen dengan Gerindra dan Pak Prabowo,” ujar Eddy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 9 Desember 2025.
Eddy menyebut bukan hal mengherankan bila pada Pilpres 2029, PAN kembali bersama Prabowo. Hubungan politik yang terjalin sejak lama menjadi pertimbangan utama.
“Jadi tidak akan mengherankan kalau PAN di tahun 2029 kembali lagi bersama-sama Pak Prabowo dan Gerindra,” katanya.
Ia menegaskan bahwa ikatan PAN dengan Prabowo tidak sekadar hubungan politik sesaat.
“PAN itu secara lahir batin kurang lebih sudah punya ikatan yang sangat kuat dengan Pak Prabowo dan Gerindra,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia melontarkan gagasan pembentukan koalisi permanen saat acara puncak HUT ke-61 Partai Golkar. Ia menilai pemerintahan yang kuat hanya bisa terwujud bila partai-partai dalam koalisi bersikap solid.
“Partai Golkar berpandangan, Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami memberikan saran perlu dibuatkan koalisi permanen,” tutur Bahlil.
Bahlil juga menekankan komitmen agar partai dalam koalisi tidak mudah keluar-masuk sesuai kepentingan sesaat.
“Jangan koalisi in-out, jangan koalisi di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Ia menegaskan pentingnya prinsip kebersamaan dalam koalisi pendukung pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Kalau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau senang, senang bareng-bareng. Dan ini dibutuhkan gentleman, dibutuhkan gentleman yang kuat,” kata Bahlil.












