Harga Nikel Stabil Usai Melonjak, Imbas Pemangkasan RKAB 2026 Indonesia

JAKARTA, MAHERANEWS.COM – Harga nikel dunia stabil di dekat level tertinggi sejak pertengahan 2024 setelah kontrak berjangka melonjak akibat sinyal dari Indonesia, produsen nikel terbesar dunia, yang memangkas kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Stabilitas harga tersebut terjadi setelah melonjak hampir 6% dalam satu sesi perdagangan.
Menurut data perdagangan, kontrak berjangka tiga bulan diperdagangkan di kisaran sekitar US$18.600 per ton, menunjukkan pasar menyesuaikan diri dengan ekspektasi pengetatan pasokan global.
Pemangkasan target produksi bijih nikel Indonesia diperkirakan sekitar 250—260 juta ton pada 2026 — jauh lebih rendah dibandingkan target 379 juta ton pada tahun sebelumnya — sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasar dan mendukung harga komoditas.
Meski pasar sempat mengalami koreksi harga akibat tekanan persediaan dan daya beli industri yang belum kuat, ekspektasi terhadap pemangkasan produksi tetap menjadi faktor utama yang mendukung harga nikel di level tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Para analis pasar menyatakan bahwa keberlanjutan tekanan harga akan sangat bergantung pada realisasi kebijakan produksi Indonesia dan kekuatan permintaan global, terutama dari sektor hilir seperti baterai kendaraan listrik dan stainless steel.












