Paradoks Halmahera Timur: Tambang Berlimpah, Masyarakat Terpinggirkan

SOFIFI, MAHERANEWS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Bank Indonesia (BI) merilis temuan mengejutkan terkait kesenjangan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara pada periode 2024-2025. Wilayah yang kaya akan sumber daya pertambangan ini justru mengalami disparitas ekonomi yang signifikan antara sektor tambang dengan kondisi masyarakat lokal.

Menurut data periode 2024-2025 yang dirilis, Kabupaten Halmahera Timur menghadapi persoalan serius terkait ketimpangan antara kekayaan pertambangan dengan kesejahteraan masyarakat. Lokasi tambang yang berjauhan dengan pemukiman penduduk menciptakan disparitas ekonomi yang mencolok.

“Jarak geografis antara area pertambangan dengan pemukiman masyarakat yang terpencil menjadi faktor utama ketimpangan ini. Masyarakat lokal tidak merasakan dampak ekonomi positif dari aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah mereka,” demikian disebutkan dalam laporan tersebut.

Kondisi ini menciptakan paradoks ekonomi di mana wilayah yang secara sumber daya alam tergolong kaya, namun masyarakatnya justru tertinggal dalam akses terhadap pembangunan dan kesejahteraan. Infrastruktur yang minim dan aksesibilitas yang terbatas semakin memperparah keterisolasian masyarakat dari pusat-pusat ekonomi.

Di sisi lain, Kabupaten Halmahera Tengah menunjukkan performa ekonomi yang jauh berbeda dalam periode yang sama. Wilayah ini tercatat sebagai raksasa ekonomi di kawasan Halmahera dengan kontribusi mencapai 68,98 persen terhadap perekonomian regional pada tahun 2024-2025.

Angka tersebut menempatkan Halmahera Tengah sebagai motor penggerak utama perekonomian di Maluku Utara, dengan struktur ekonomi yang lebih terintegrasi dan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata dibandingkan dengan kabupaten tetangganya.

Temuan BPS dan BI ini menyoroti pentingnya kebijakan pemerataan pembangunan dan redistribusi manfaat ekonomi dari sektor pertambangan. Para ahli menilai diperlukan intervensi serius dari pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi kesenjangan ini.

Beberapa rekomendasi yang diajukan meliputi pembangunan infrastruktur penghubung antara area tambang dengan pemukiman, program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, serta skema bagi hasil yang lebih adil dari aktivitas pertambangan untuk pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Data ini diharapkan menjadi basis bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan di wilayah Halmahera, khususnya di Kabupaten Halmahera Timur yang masih menghadapi tantangan disparitas ekonomi yang serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 maheranews.com. All rights reserved