Ribuan Pelanggan PLN di Halmahera Timur Masih Alami Pemadaman

HALTIM, MAHERANEWS.COM — Ribuan pelanggan listrik milik PT PLN (Persero) di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, hingga kini masih mengalami gangguan dan pemadaman listrik berjam-jam di sejumlah wilayah mulai dari Kecamatan Wasile, Maba Utara, hingga Maba Selatan.
Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena dinilai sangat mengganggu aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, pendidikan, hingga usaha ekonomi warga yang bergantung pada pasokan listrik stabil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman terjadi hampir setiap hari dengan durasi yang cukup panjang, bahkan berlangsung pada siang hingga malam hari tanpa kepastian waktu normal kembali.
Warga di beberapa desa mengaku kecewa karena gangguan listrik berkepanjangan mulai berdampak pada kerusakan alat elektronik rumah tangga dan menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Listrik sering padam berjam-jam. Aktivitas warga terganggu, anak-anak susah belajar malam dan banyak alat elektronik mulai rusak,” ungkap salah satu warga di Kecamatan Wasile.
Keluhan serupa juga datang dari masyarakat di wilayah Maba Utara yang sebelumnya sempat mengalami krisis kelistrikan akibat gangguan mesin pembangkit dan beban listrik yang melebihi kapasitas.
Masyarakat berharap PLN segera mengambil langkah serius untuk mengatasi persoalan tersebut, mengingat Halmahera Timur merupakan salah satu kawasan strategis industri pertambangan dan hilirisasi nikel di Maluku Utara.
Warga menilai ironis apabila daerah yang menjadi pusat investasi nasional justru masih mengalami persoalan listrik yang belum stabil.
“Daerah industri besar seperti Haltim seharusnya tidak lagi mengalami pemadaman terus-menerus. Kami butuh kepastian layanan listrik,” ujar warga lainnya.
Sebelumnya, PLN pernah menyatakan telah melakukan pengembangan jaringan listrik di Halmahera Timur, termasuk pembangunan jaringan dan pembangkit di sejumlah desa wilayah Maba dan Wasile.
Namun hingga kini, gangguan dan pemadaman listrik masih menjadi persoalan yang terus dikeluhkan masyarakat di beberapa kecamatan.
Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, DPRD, serta PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Maba segera mencari solusi permanen agar krisis listrik tidak terus berulang dan merugikan warga.
Selain berdampak pada aktivitas rumah tangga, pemadaman berkepanjangan juga dikhawatirkan memengaruhi pelayanan kesehatan, pendidikan, jaringan komunikasi, hingga iklim investasi di kawasan industri Halmahera Timur.












