Fasilitas LNG Raksasa Qatar Stop Operasi

QATAR, MAHERANEWS.COM QatarEnergy, perusahaan energi milik negara Qatar, memutuskan menghentikan produksi gas alam cair (LNG) di salah satu fasilitas terbesar di dunia setelah fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan militer pada Senin (2/3/2026) waktu setempat.

Menurut pernyataan resmi perusahaan, produksi LNG dan produk terkait dihentikan menyusul serangan drone yang menargetkan kompleks industri Ras Laffan dan fasilitas energi lain di kota industri yang menjadi pusat produksi LNG global tersebut.

Pemerintah Qatar melalui Kementerian Pertahanan juga mengonfirmasi adanya drone yang diluncurkan dari wilayah Iran yang menyerang tangki air di pembangkit listrik Ras Laffan dan fasilitas lain yang memasok energi penting ke kompleks LNG. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun otoritas masih terus melakukan penilaian kerusakan.

Langkah ini merupakan pukulan besar terhadap pasokan gas alam global karena Qatar merupakan salah satu eksportir LNG terbesar di dunia. Sebelum dihentikan, negara Teluk ini menyumbang sekitar 19–20% ekspor LNG global  yaitu sekitar 80–82 juta metrik ton per tahun  dan menjadi pemasok utama ke pasar Asia dan Eropa.

Akibat penghentian produksi LNG ini, harga gas alam di pasar global melonjak tajam, dengan harga gas di Eropa dilaporkan naik hingga puluhan persen sebagai respons terhadap berkurangnya pasokan.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya konflik antara Iran dan koalisi militer AS–Israel, yang telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk. Puluhan fasilitas energi di negara-negara seperti Qatar dan Saudi Arabia menghadapi gangguan akibat serangan drone dan rudal.

Pengekangan produksi LNG juga berdampak pada rantai pasokan energi global, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada LNG Qatar seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan India.

Pihak QatarEnergy menyatakan akan terus memantau situasi dan melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan kapan fasilitas dapat kembali dioperasikan. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi kapan produksi LNG akan pulih secara normal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 maheranews.com. All rights reserved