China Dukung Venezuela Ajukan Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB Terkait Tekanan AS

BEIJING, MAHERANEWS.COM – Pemerintah China secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap permintaan Venezuela untuk menggelar sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan sikap negaranya dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (18/12/2025). Menurutnya, China menentang segala bentuk tindakan sepihak dan intimidasi yang dilakukan oleh negara mana pun.

“China menentang semua tindakan unilateralisme dan intimidasi, serta mendukung negara-negara dalam membela kedaulatan dan martabat nasional mereka,” tegas Guo saat jumpa pers.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa Venezuela memiliki hak penuh untuk secara independen mengembangkan kerja sama dengan negara lain demi kepentingan bersama. “Kami percaya komunitas internasional dapat memahami dan mendukung sikap Venezuela dalam melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” ujarnya.

Permintaan sidang darurat ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan pemerintahan Venezuela di bawah kepemimpinan Presiden Nicolas Maduro sebagai “organisasi teroris asing”. Pengumuman kontroversial ini disampaikan Trump melalui platform media sosialnya.

Tidak hanya itu, Trump juga mengumumkan pemberlakuan blokade total terhadap seluruh kapal tanker minyak yang terkena sanksi yang bepergian dari dan ke Venezuela. Kebijakan ini dinilai Caracas sebagai upaya AS untuk merebut sumber daya alam negara Amerika Latin tersebut.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Dewan Keamanan PBB, Venezuela meminta agar badan tersebut segera mengambil langkah berdasarkan Pasal 39 Piagam PBB. Pasal ini mengatur tentang penentuan ancaman terhadap perdamaian dan tindakan yang perlu diambil untuk memulihkan legalitas internasional.

Duta Besar Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, menyebut klaim AS atas minyak dan aset Venezuela sebagai tindakan yang tidak masuk akal. “Dalam sejarah Venezuela, belum pernah ada kepala negara atau pemerintahan asing yang mengemukakan gagasan bahwa wilayah nasional Venezuela, termasuk ladang minyak dan aset lainnya, adalah milik mereka,” kata Moncada.

Diplomat Venezuela itu bahkan menuding Washington mengalami semacam obsesi terhadap minyak Venezuela, yang kemudian memicu berbagai tekanan politik, ekonomi, hingga ancaman militer terhadap negaranya.

Menanggapi eskalasi ketegangan ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Maduro. Dalam percakapan tersebut, Guterres menegaskan pentingnya semua negara anggota menghormati hukum internasional, khususnya Piagam PBB.

Guterres juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menurunkan ketegangan demi menjaga stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Di tengah tekanan dari Washington, Presiden Maduro pada Rabu (17/12/2025) bahkan meminta dukungan dari angkatan bersenjata Kolombia untuk bersekutu dengan Venezuela guna mencegah intervensi asing.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan melalui media sosial bahwa tidak ada kekuatan asing yang akan diberi akses gratis atau mengambil minyak dan hasil bumi Venezuela.

Menurut sumber diplomatik PBB yang dikutip Reuters, sidang darurat Dewan Keamanan kemungkinan akan digelar pada Selasa pekan depan untuk membahas permintaan Venezuela tersebut.

Perkembangan situasi ini terus dipantau oleh komunitas internasional, mengingat Venezuela merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia dan ketegangan ini berpotensi berdampak pada stabilitas pasar energi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 maheranews.com. All rights reserved